Dungeon Defense Volume 3 : Chapter 2 – Part 3

Part 3.

  

Raja Rakyat Jelata, Rank 71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 2, Hari 12

Dataran Yotvingian, Benteng Pasukan Sekutu Demon Lord

 

– Darimana orang-orang vulgar itu merangkak?

– Ah, kau tidak tahu? Bukankah itu Yang Mulia Dantalian? Pelacur berambut pink tersebut adalah rakyat jelata, dan pelacur pirang di sebelahnya adalah seorang manusia.

– Sheesh. Apakah pria itu hanya memiliki keanehan untuk meniduri rakyat jelata?

– Mereka bilang bahwa orang-orang dengan kelahiran rendah itu sempit di bawah sana, kau tahu?

– Manusia? Apa kau bilang itu seorang Manusia? Itu?

Pasukan sekutu Demon Lord adalah rakyat jelata. Karena istilah rakyat jelata sedikit kuno, maka perlu untuk sedikit jujur.

Aku percaya bahwa ada kehidupan dalam sebuah kata.  Contohnya, kata-kata yang mirip dengan ‘alam semesta’ terlalu kuno untuk aku gunakan. Aku lebih menyukai dunia melebihi alam semesta. Jika kau individu yang beradab dengan akal sehat, maka dengan menyamarkan bahasa yang mati dan sebuah bahasa kontemporer, kau terkadang harus merevilitasi sebuah bahasa setengah mati, dan pada lain waktu, kalahkan bahasa setengah mati tersebut sampai mati.

Tidak diragukan lagi, aku adalah individu yang sangat beradab. Oleh karena itu, aku dengan elegan mengekspresikan kata-kata rakyat jelata dengan lebih sedikit bahasa yang segar.

Pasukan sekutu Demon Lord adalah sekumpulan orang sialan.

Selagi kami masuk melewati gerbang perkemahan dengan bendera kami berkibar di depan kami, entah kenapa, prajurit yang menyedihkan seperti gelandangan mendekati kami dan berbicara omong kosong.

– Yang Mulia Dantalian! Untuk membawa seorang pelacur manusia di hadapan kami orang rendah hati yang berkumpul untuk menekan manusia, kami bisa mengerti motif tak terbatas yang mulia. Jika yang mulia telah cukup bersenang-senang dengan pelacur itu, maka tolong izinkan kami yang rendahan ini untuk merasakannya juga!

– Penampilan pelacur manusia itu bermartabat, jadi dia menjadi imperator adalah bukti. Jika dia begitu kuat di siang hari, maka bayangkan bagaimana kekanak-kanakan dia di malam hari membuat ku bingung.

Melihat para prajurit menghalangi jalan kami, aku mengeluarkan helaan nafas.

Melihat mereka menghampiriku tanpa rasa takut, itu jelas bahwa mereka adalah anak buah dari Demon Lord dengan peringkat yang lebih tinggi dariku. Bagi para demon, manusia adalah musuh dari ras kami, dan status sosial mereka tergolong sebagai rakyat jelata. Bagi mereka, untuk Demon Lord sepertiku membuat manusia seperti Farnese menjadi jendral adalah sebuah kesalahan. Aku menegur mereka dengan batas wajar.

“Tampaknya kalian orang bodoh telah kehilangan pikiranmu. Minggir sebelum bolamu kupindahkan dan dorong ke dalam mulutmu. Atau sebaliknya, apa kau ingin tenggorokanmu tergorok dan penismu terdorong disana?”

Para prajurit tertawa dengan keras.

– Untuk Yang Mulia mengatakan secara pribadi akan mengusir kami. Kami sangat tersentuh sehingga kami tidak tahu ke mana harus menempatkan tubuh kami.

Kerumunan terbelah menjadi dua, dan lalu jalan kami akhirnya terbuka.

Memerintahkan Lapis dan Farnese untuk bergerak ke sisiku, kami bertiga berjalan ke depan dengan kepala kuda kami saling selaras satu sama lain. Lapis secara pelan bicara dengan nada yang hanya bisa di dengar olehku.

“Kerja bagus telah menahannya, Yang Mulia.”

“Apa yang harus aku tahan? Kau adalah orang yang telah menerima olokan, jadi kalian berdua telah menahan diri dengan baik.”

“Apa yang mungkin Yang Mulia bicarakan? Hamba akan membunuh prajurit itu secara  diam-diam, jadi Yang Mulia menahannya dengan baik saat ini. Hinaan yang hamba telah terima, tentu saja, akan terbayarkan oleh hamba.”

“… …”

Para prajurit itu sangat memilukan. Aku masih ingat dengan jelas cara yang mana seorang pelayan wanita sedang teracuni sampai mati karena telah menghina Lapis. Orang-orang ini seharusnya senang jika mayat mereka setidaknya dibiarkan utuh.

Farnese bergumam.

“Gadis muda ini tidak bisa mengerti. Kenapa setiap petugas yang melihat pada gadis muda ini salah mengasumsikan bahwa gadis muda ini telah tidur dengan Yang Mulia? Pikirkan secara logis, tidak mungkin ada kesempatan untuk pria seperti Yang Mulia bisa mungkin di izinkan dalam kasur gadis muda ini.”

“Terima situasinya lebih serius, kau bodoh!”

Aku tidak yakin apakah karena anak ini selalu mengurung dirinya di perpustakaan untuk membaca buku sejarah seharian , tapi dia tidak memiliki ketepatan untuk menerima kenyataan.

Membimbing pengikutku, yang bisa aku bilang memiliki karakteristik yang berbeda karena sebenarnya mereka tidak memiliki apapun kecuali perbedaan karakteristik, kami pergi ke bagian terdalam dari perkemahan. Para prajurit demon menuangkan ejekan pada kami dengan berteriak ‘Boo— boo—’. Mereka memanggilku ‘Raja dari Rakyat Jelata’, Lapis sebagai ‘Sang Pelacur Raja’ , dan Farnese sebagai ‘Budak Sang Raja’ . Tampaknya secara tiba-tiba kami telah menjadi sebuah idol grup yang populer.

Dasar menyedihkan.

Bagi mereka juga, setiap hari bagaikan ampas, demikian hidup mereka telah habis menahan hari seperti ini, mereka mengejek rakyat jelata dan budak. Mereka mungkin menderita karena bangsawan dan terpaksa untuk melihat kebawah,  dan hal yang ada di bawah mereka adalah rakyat jelata dan budak. Itu menjadi masalah umum dimana hal yang mereka terima dari para bangsawan melewati lurus ke bawah pada orang di bawah mereka. Apa yang mungkin bisa menghibur mereka? Apakah ada hal lain yang bisa dikatakan dari akal  orang-orang rendah ini, yang tidak bisa berkumpul bersama, tapi sebaliknya mereka bertarung di antara satu sama lain? Seseorang yang menekan mereka untuk tidak melihat ke atas adalah bangsawan dan keluarga kerajaan seperti diriiku, jadi hak untuk menghukum mereka karena meremehkan hal yang di bawah mereka adalah sesuatu yang aku tidak miliki.

“Tampaknya ada banyak orang yang harus dibunuh”

… …Kecuali untuk Lapis.

Karena lapis adalah wanita yang lahir benar-benar dari bawah, baginya, dia punya lebih dari cukup hak untuk mengirim kepala orang-orang yang ada diatasnya terbang. Dia adalah wanita yang bahkan aku tidak bisa hentikan. Tidak seorangpun bisa menghentikannya. Aku berdoa untuk jiwa-jiwa yang menyedihkan itu sebelumnya dapat beristirahat. Semoga mendapatkan jalan yang mudah ke dalam akhirat.

Saat kami dengan patuh melewati salah satu kamp militer. Para prajurit mulai melemparkan gumpalan salju pada barisan kita. Pasukanku menjadi bingung dan menghentikan langkah mereka . 11 anggota dari Berbere Sisters, yang bisa disebut sebagai bodyguard pribadiku, dengan segera menutupi area di sekitarku.

Salju bertabrakan dengan Witch. Karena terkena salju di dahi, pipi, dan tubuh mereka,para witch menjadi kotor. Witch dengan diam menahan rentetan sampai mereka sepenuhnya menjadi kotor. Mereka tidak bergumam sepatah kata pun saat terpukul. Seperti pada saat mereka dicacimaki oleh Demon Lord Andromalius sebelumnya.

Disisi lain, para prajurit demon membuat komentar mengerikan.

– Kekasih Yang Mulia seorang Outcast, jendralnya seorang manusia, dan pengawal pribadinya seorang Witch, niat baik yang mulai menusuk langit. Memang, itu sepadan dengan Raja Rakyat Jelata.

– Kau pasti sangat beruntung karena populer di antara wanita, Yang Mulia! Tolong ajari orang-orang bagaimana meniduri pelacur rendahan dan sebarkan informasinya ke suluruh dunia.

Salju berlanjut terbang ke arah kami. Mereka tidak mengarahku tapi mereka melempar salju agar terkena Witch. Di samping itu, Witch, bersiap untuk kemungkinan terburuk, tidak meninggalkan sisiku bahkan sedikit pun. Witch hanya melindungiku dengan ekspresi datar di wajahnya .

“… …Lapis?”

“Ya, Yang Mulia?”

“Darimana para kambing sialan itu datang?”

“Tampaknya seekor kambing berkaki tiga tergambar di bendera mereka. Itu milik Demon Lord peringkat ke-12, Sitri. Pasukan yang dipimpin oleh Sitri terkenal karena kelincahannya yang kasar dan kebiasaan mereka berbicara kasar. “

“Betul.”

Aku mengeluarkan helaan nafas.

“Maka jika aku menggorok leher dari para prajurit, itu akan sama dengan membuat Fraksi Pegunungan menjadi musuh kita.”

Sitri adalah subjek setia Paimon. Meskipun mereka memprovokasi kami terlebih dahulu, kejadian besar akan timbul jika membunuh mereka tanpa pikir.

Tidak, mereka mungkin akan memulai keributan ini untuk menyebabkan kejadian besar secara sengaja. Jika situasi sekerang jadi lebih buruk, maka pasti akan ada fraksi yang memanfaatkan keputusanku untuk menjadikan manusia sebagai jendral untuk dipermasalahkan, dan menaruhnya sebagai pendapat umum. Para prajurit itu mungkin tidak puas hanya karena aku telah membuat seseorang tanpa kehormatan menjadi jenderalku.

Jika itu terjadi maka aku akan dirugikan. Mereka ingin mengolok ku dan menyeret ku delam sebuah situasi yang menguntungkan mereka. Apa yang sebaiknya kulakukan? Bagaimana aku menangani kekacauan ini… …?

Aku bertanya-tanya apakah itu telah mendeteksi jika aku telah jatuh ke dalam pemikiran yang dalam. Dengan efek suara yang riang, ada jendela pilihan muncul di hadapanku.

[1. Hukum Penghina tersebut.]

[2. Tahan Penghinaan tersebut.]

Aku dengan hati-hati menatap pada kata yang mengambang di tengah udara.

Bahkan jika para prajurit itu dengan malangnya melempar gumpalan salju ke arah Demon Lord, sepertiku, aku tidak merasakan kemarahan tertentu karena hal tersebut. Penghinaan tersebut memalukan jika di lakukan oleh orang dengan kedudukan yang sama. Jadi bagaimana jika beberapa prajurit melempar salju padaku?

Masalahnya adalah wajah. Persoalannya selalu merupakan kehormatan seseorang. Para Witch terpukul oleh kotoran sebagai penggantiku, tapi jika aku tidak melakukan apapun dan melewati situasi seperti ini, maka kehormatanku sebagai Raja akan rusak. Farnese, yang pasti juga khawatir dengan hal ini, membisikkan padaku beberapa saran.

“Tuan. Bukankah sebaiknya kita segera membunuh mereka? Bahkan jika kita tidak membunuh mereka, jika kita mengikat dan mengubur mereka ke dalam tanah maka mereka akan terdiam dengan sendirinya.”

“Hamba tidak disetujui.”

Lapis berbisik padaku dengan suara kecil di sisi lain.

“Melihat para prajurit secara terbuka menghina Yang Mulia, tidak diragukan lagi Demon Lord Sitri mendukung mereka dari belakang. Tidak ada keuntungan dari Yang Mulia berlawanan dengan Sitri. Menahan diri dari melakukan sesuatu yang gegabah.”

“Bagaimana bisa menahan diri menjadi cara seorang Raja? Nona Lapis. Kau tidak pernah menutup matamu kepada kekejaman yang kau terima, tapi, bagaimana bisa kau meminta untuk Yang Mulia untuk mengabaikan penghinaan yang dia terima?”

“Karena hamba pengikut yang rendah hati, tidak apa untuk hamba berperilaku dengan keji. Seorang individu yang rendah hati adalah tindakan untuk melupakan diri sendiri dan bersikap tidak peduli. Ketercelaan merupakan sebuah kedangkalan yang pantas bagi hamba. Namun, Yang Mulia berbeda. Tolong jadilah tolerant.”

Aku bicara.

“Berhenti.”

“Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dengan berhenti, Tuan. Gadis muda ini adalah anak haram dari seorang pelayan rendahan, jadi tidak apa jika gadis ini menerima hinaan. Namun, bagaimana bisa gadis muda ini menahan situasi dimana Tuannya secara tidak adil terhina? Tolong perintahkan gadis muda ini untuk mengambil leher mereka.”

“Yang Mulia. Nona Farnese masih muda. Jangan mendengarkannya. Meskipun orang-orang memuji yang mulia, yang mulia tidak akan bangkit, dan bahkan jika orang-orang mengejekmu, martabat yang mulia tidak akan rusak. Mohon mengertilah.”

“Sheeesh. Aku bilang kalian berdua untuk berhenti, dan tapi kalian masih bertengkar.”

Aku mengangkat tangan kananku.

Pada saat aku melakukan itu, Para Witch menaikkan semua tongkatnya sekaligus. Pasukanku juga terlepas dari barisan mereka dan mengangkat tombak mereka. Tidak lama dari beberapa menit untuk pasukanku, yang terdiri dari 4,000 prajurit, untuk menampilkan semangat mereka.

Perkemahan menjadi sunyi. Sebuah kesunyian yang angresive, yang terasa seperti pertempuran akan terjadi dalam sekejap, mengalir. Bahkan prajurit yang melemparkan salju pada kami menarik pedangnya dengan tangan berlumpur mereka. Mereka terus mengoceh dengan berpikiran sempit.

– Apa Yang Mulia berencana memotong subjek rendahan seperti kita? Tidak apa. Karena Yang mulia telah menusuk leher dari Yang mulia Andromalius demi menyelamatkan hidup dari pelacur succubus itu, maka membunuh puluhan atau ratusan dari subjek rendahan seperti kami demi witch juga harusnya mungkin terjadi, bukan?

– Tolong langkahi mayat kami dengan keagungan yang mulia.

Aku turun dari kudaku. Aku membersihkan lumpur yang ada di wajah para Witch dengan pakaianku. Lumpur yang tercoreng pada mereka sedikit banyak jadi agak sulit untuk membersihkannya. Melembabkan ujung bawah bajuku dengan salju, aku mengusap bersih kulit dari pari Witch.

– … …

Melihat anggota dari strata paling mulia di Dunia Demon membersihkan muka dari rakyat jelata, ratusan ribu tentara melihat selagi menahan nafas mereka. Dalam suasana yang berat, hanya para Witch yang berbicara dan tertawa dengan pelan.

“Ahah, master kami benar-benar… …”

“Cara berpikirnya benar-benar tidak normal, kan?”

“Benar—?”

Aku dengan sengaja membisikan pada mereka dengan nada yang serius.

“Diamlah. Jangan hancurkan suasananya”

“Baiklah.”

Para Witch merespon sedikit. Meskipun ekspresi wajahku sabar seperti sebelumnya, Itu sama sekali bukan ekspresi seperti sebelumnya. Aku dengan tulus membersihkan semua 11 Witch.

Semua lumpur yang meresap dari Witch sekarang pindah ke pakaianku, jadi sekarang akulah yang kotor. Aku melepas mantelku dan meletakkannya pada pemimpin dari kelompok tersebut, Witch Humbaba. Setelah menyikat bahunya dua kali. Aku menaiki kudaku.

“Ayo kita pergi.”

“Berangkat!”

Farnese berteriak.

Para prajurit yang secara antusias menghina kami tidak bisa menghentikan langkah kami. Seakan mereka merasa malu, mereka menundukkan kepala mereka. Garis bahwa dari jendela seleksi bersinar terang dan tersebar di tengah udara.

[Keputusan yang baik dan penuh belas kasihan!]

[Afeksi Witch Humbaba naik dengan 3.]

[Afeksi Witch Stheno naik dengan 3.]

[Afeksi Witch Euryale naik dengan 3.]

Melihat kata-kata yang pecah seperti serentetan salju, aku tersenyum. Aku telah melakukannya dengan baik, jadi apa benar-benar perlu untuk memujiku mengenai ini? 100 poin adalah 100% jadi tidak ada lagi yang harus ditambahkan.

Lapis bicara.

“95 point, yang mulia.”

“Ara? Skornya meragukan. Atas dasar apa pengurangan pointnya?”

“Lelaki yang terlalu sempurna itu merepotkan, bukan? Hamba khawatir jika yang mulia akan jadi merepotkan, jadi hamba sedikit perhatian. Sebab menghilangkan 5 point adalah, sebenarnya, sama dengan menambahkan 5 point, ini adalah cara hamba menunjukan kesetiaannya pada yang mulia.”

Tentu.

Baguslah!

 

 

Demon Lord Kebajikan, Rank 9, Paimon

Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 2, Hari 12

Dataran Yotvingian, Benteng Pasukan Sekutu Demon Lord

 

“Apa yang sebaiknya kita lakukan, sis… …?”

Sitri bertanya dengan suara berkaca-kaca.

Kami diam-diam mengamati Demon Lord Dantalian pergi dengan pasukan di belakangnya. Tidak ada yang bisa kami lakukan. Rencana wanita ini memprovokasi Dantalian, untuk beberapa saat atau lain menunda dimulainya perang, demikian benar-benar gagal.

“Maafkan aku. Big sis Paimon. Aku pilih prajurit dengan mulut yang paling vulgar di antara pasukanku dan menyebarkannya, tapi tampaknya itu tidak cukup.”

“Tidak, ini bukan salahmu Sitri. Mereka hanya menangani situasi dengan halus. Aku mencoba memprovokasinya karena aku dengar sebuah rumor bahwa dia menyayangi anak buahnya, tapi untuk ekspresinya tidak bergeser sekali pun… …”

Pikiranku terasa berat.

Sejak tahun lalu, perasaan wanita ini, tidak, tidak hanya wanita ini tapi semua Demon Lord juga, sedang tersapu oleh langkah Dantalian tidak menghilang. Apakah hanya wanita ini yang salah?

Tidak masalah untuk menganggap reputasi Dantalian jadi benar-benar buruk. Dia telah menyatakan seorang Outcastsebagai tunangannya (ini ilegal), membuat seorang manusia menjadi jendralnya(ini ilegal), dan lebih lagi, Kastil Demon Lordnya, yang adalah bentengnya, telah runtuh. Di mata publik, penilaian dari Dantalian menghebohkan. Orang bodoh yang terbutakan oleh cinta, seorang yang rusak moralnya … …

Namun, wanita ini pikir berbeda.

Tidak ada pilihan lain tapi untuk berpikir berbeda.

Dalam setengah tahun, Dantalian bisa naik ke salah satu posisi tertinggi di antara individu terkaya di Dunia Demon . Jika pria itu bodoh, maka mustahil untuk meraihnya. Jika kau melihat lebih jauh kedalamnya, pemicu untuk memulai peperangan yang akan datang ini adalah karena Kastil Demon Lord Dantalian telah diserang. Apa ini sebuah kebetulan?

Jika ada, haruskah seseorang tidak melihat ke belakang ?

Pria itu secara pribadi membuat kesan publiknya terlihat seperti orang bodoh dan vulgar.

“… …”

Wajahku menjadi kaku.

Jika intuisi wanita ini benar, maka itu artinya Dantalian sedang bermain-main dengan seluruh Dunia Demon dengan keinginannya sendiri. Untuk selalu mencapai apa yang dia inginkan, selagi pada waktu yang sama membuat pencapaian itu tampak seperti kesempatan murni. Dia menyamarkan segalanya untuk tampak seperti itu mengalir karena keberuntungan. Ada banyak orang yang gagal tapi berpura-pura telah berhasil. Namun, orang yang berhasil tapi berpura-pura seperti mereka gagal itu jarang. Terlebih lagi, kesempatan di mana tindakan tersebut akan terus berjalan dan berlanjut bahkan lebih jarang lagi.

Jika kita tidak menanganinya dengan serius maka.

“Big sis. Apa kau baik-baik saja?”

Sitri melihat padaku dengan ekspresi khawatir pada wajahnya.

Ya ampun, tampaknya wajah wanita ini tanpa sengaja menjadi serius tanpa sadar. Mengikuti kebiasaan lamaku, aku memindahkan ujung bibirku dan membentuk senyuman alami.

“Ya, aku tak apa. Kau sangat baik Sitri”

“Ehe.”

Selagi aku mengusap kepalanya, Sitri mengusap pipinya ke tanganku. Betapa lucunya.

Malam itu, aku mengirim setiap prajurit yang berada di sekitar tempat tinggalku dan memanggil mata-mata. Mata-matanya adalah gadis pendek. Dengan jubah hitam dililitkan di sekeliling tubuhnya, mata-mata tersebut berlutut.

“Apa Yang Mulia memanggil?”

“Ya, apa ada gangguan saat jalan ke sini.”

“Ahah, tidak masalah. Perkemahan Tuan Dantalian sekarang sedang pesta minum, jadi penjagaannya longgar. Tidak ada tatapan yang rumit saat menyamarkan diri sepanjang jalan ke sini, jadi tidak masalah.”

“Sebuah pesta minum, kah… …?”

“Dia mengadakan perjamuan mengatakan bahwa semuanya melakukan kerja bagus telah melewati salju dan hujan selama seminggu. Karena alkohol dan daging babi disajikan secara tak terbatas, para prajurit menjadi liar. Biasanya, penjagaan malam akan diatur oleh seorang gadis bernama Lazuli, tapi dia tertangkap oleh Tuan Dantalian dan sekarang sedang menuangkan minumannya. Itulah kenapa hamba bisa menyelinap keluar dengan mudah—.”

“… …”

Kemungkinan besar tidak hanya itu alasan mengadakan perjamuan.

Meskipun Dantalian mungkin secara cerdik melewati situasi sore ini, kemungkinan pasukan Dantalian masih menyimpan penghinaan di pikiran mereka yang Raja mereka terima begitu tinggi. Perjamuan diadakan untuk menguraikan rasa frustasi mereka.

Sungguh.

Dantalian bukan orang bodoh. Insting wanita ini memperingatkannya begitu.

Di dunia ini, sesuatu dengan sejuta kesempatan bisa selalu terjadi. Jalan yang telah Dantalian lewati sampai sekarang benar-benar tidak lebih dari keberuntungan. Sebuah cara untuk mengidentifikasi apakah itu kepastian atau sebuah kebetulan tidak ada dalam wanita ini. Jika kemampuan untuk melihat apakah sesuatun seperti kepastian dan kebetulan tidak ada, wanita ini cenderung bersandar ke arah kepastian.

Itulah sebabnya aku menyuap mata-mata di depanku.

“Tunjukan padaku bukti yang kau katakan bisa menghujat Dantalian.”

Mata-mata tersebut mengambil jam poket dari dalam jubahnya dan menaruhnya di lantai. Begitu wanita ini menjentikkan pergelangan tangannya, jam poket tersebut melayang ke tangannya. Karena tingkat sosial mata-mata ini sangat rendah sehingga bisa dibandingkan dengan Outcast, menurut hukum di Dunia Demon, kontak langsung dengannya dilarang.

“Apa ini artifak Pemutar Ingatan?”

“Yap, Atur itu ke dalam 12, 7, 5, 4, 2, 3, dan 11 akan terbuka.”

“Wanita ini tidak sabar untuk melihat isi kebohongan seperti apa di dalam ini.”

Aku memutar waktu dari jam poket tersebut ke dalam urutan yang mata-mata itu telah nyatakan.

Sebuah asap putih keluar dari jam tersebut dan sebuah vidio diproyeksikan ke dalam asap. Sosok Dantalian muncul dalam pemandangan yang ditunjukan dalam asap. Dantalian sedang memegang seorang manusia perempuan, yang dia buat menjadi jendral, di tangannya. Para Witch juga bisa terlihat.

– Ubah tempat ini menjadi Neraka.

– Aha? ‘Neraka’, apa yang Master maksud?

– Aku bisa mencium aroma di suatu tempat. Ini adalah bau lemak yang berasal dari daging orang-orang yang menjijikkan. Ini adalah bau keserakahan dan kemunafikan.

Apa ini… …sebuah pasar?

Melihat ada pagar besi di sekitar mereka, itu tampaknya sebuah pasar budak. Apa yang tampak adalah mayat dari penjaga tergeletak di tanah. Dantalian menyeringai pada para penyihir.

– Jika mereka adalah babi, maka itu diperbolehkan bagi mereka untuk berperilaku seperti babi dan bersuara dalam kandang babi, dan tapi, tapi kenapa mereka berjalan sangat berani di sepanjang jalan? Apa yang akan kau lakukan saat para babi ini dengan sombong mencoba untuk meniru  orang dan mendorong hidung mereka kemana-mana?

– Tentu, anda harus menanamkan pada mereka bahwa mereka adalah babi!

– Hanya orang yang bisa memperoleh budak. Tampaknya orang-orang kerdil itu dengan arogan melawan moral binatang dan mencoba menangani budak.

– Tolong perintahkan kami. Kami akan membuat tempat ini menjadi rumah jagal malam ini.

– Ya. Perintah yang aku berikan adalah pembantaian. Bantai para bajingan itu tanpa memberikan mereka bahkan kesempatan untuk berteriak. Ini bukan pembunuhan. Jangan biarkan hati nurani mu membimbangi hati dan rasa ragu mengambil alih tanganmu. Seperti kau adalah tuan dari segala ciptaan, dengan wewenang yang diberikan kepada kalian semua oleh para dewi, bantai ternak ini demi tujuan kita yang luas.

– Seperti yang anda perintahkan, master!

Dan membantaian dimulai.

Menembak melewati langit malam, para Witch membunuh setiap manusia. Tidak hanya manusia. Bahkan demon yang tertangkap sebagai budak juga terbunuh. Pasar tersebut dengan segera berubah kedalam neraka yang terbakar, dan orang-orang terbakar di antara api. Aku melihat sosok mereka meratap sambil tersedu-sedu.

“Apa ini… …?”

“Adegan pembantaian yang Tuan Dantalian telah perintahkan.”

Mata-mata tersebut merespon.

“Meskipun rumor bilang Tuan Dantalian mengambil Nona Farnese, yang berjalan tanpa tujuan, yang sedang berkeliaran tanpa tujuan, secara kebetulan. Ahah. Itu sebenarnya bohong. Tuan Dantalian secara pribadi pergi untuk menyelamatkan Nona Farnese yang berada dalam pasar budak di Pavia.”

“Tapi kenapa memerintahkan untuk pembantaian… …?”

“Karena tidak boleh ada bukti.”

Wanita ini terbungkam.

Hanya untuk alasan itu.

Pembantaian tersebut masih berlangsung dalam video. Terlepas dari ras atau usia mereka, para Witch menyingkirkan setiap sosok yang muncul di depan mata mereka. Bahkan ada sirens[1] dan anak-anak yang sangat lemah di antara orang-orang yang terbantai.

Teriakan dari anak-anak dan gelak tawa dari para Witch bercampur bersama. Bercampur bersama seperti asap. Tanpa henti, tanpa henti… … kepalaku jadi sangat pusing sehingga aku berakhir menutup kepalaku. Sampai vidio tersebut berakhir. Wanita ini tidak bisa memuat tragedi dalam matanya.

“… …Apa ini bukan rekayasa?”

“Merekayasa video seukuran ini? Tentu saja Yang Mulia bercanda- . Bahkan jika seseorang menggunakan sihir penyamaran untuk meniru inti suatu individu, Tuan Dantalian dan Nona Farnese, lalu bagaimana dengan yang lainnya? Apa yang mulia pikir ribuan mages itu akan menggunakan sihir penyamaran untuk membuat vidio seperti ini?”

Mata-mata tesebut tertawa.

“Ahahaha, jika itu benar maka rumor tersebut telah tersebar sejak dulu. Yang mulia seharusnya tahu karena Yang Mulia Paimon adalah seorang mage yang lebih luar biasa dari hamba, tapi memanfaatkan ratusan witch secara rahasia itu tidak mungkin. Selain itu, teriakan para anak-anak terdengar sangat nyata, jadi untuk menganggapnya sebagai akting itu—.”

Slap.

Mata-mata tersebut jatuh ke lantai. Mata-mata, yang tertampar dengan tanganku, jatuh ke tanah. Karena wanita ini tidak bisa menahannya lagi, selagi melupakan segala tentang hukum Dunia Demon. Aku menendang mata-mata tersebut.

“Aha, ah hah haha……ahahahahahah……”

Meski menerima tendangan, mata-mata tersebut terus tertawa. Apa yang mungkin sangat lucu? Apa tanda dari anak kecil polos yang terbunuh tidak lebih dari lelucon bagi mata-mata ini? Suara dari gelak tawa mata-mata tersebut menjijikan. Suara cekikikan tidak enak menempel ke kulitku. Wanita ini menginjak mata-mata tersebut dengan lebih banyak kekuatan untuk melepaskan diri dari rasa tidak enak itu. Aku merasa jijik pada diriku karena telah mempekerjakan seseorang seperti ini sebagai mata-mataku. Aku bodoh karena telah percaya mereka polos untuk sesaat.

Gerombolan yang telah menjual jiwa mereka.

Bagian paling bawah dari segala sesuatu yang rendahan.

Pelacur jiwa.

Dengan wajah yang tertanam di tanah, mata-mata itu menyeringai.

“Yang mulia-? Tidak masalah untuk melampiaskan amarahmu, tapi bukankah yang mulia menyewa kami karena kau perlu bukti seperti ini-?”

—Witch.

Pemimpin dari Barbere Sisters, pemilik dari the Triphyllous Badge , Witch Humbaba.

Bahkan setelah rambut pirang platinumnya tertutupi lumpur, dia tidak kehilangan kesenangannya. Tidak ada kegilaan dalam gelak tawanya. Mau itu Witch tertawa normal, tertawa karena sesuatu yang lucu, atau tertawa karena mereka merasa sedih, tawa mereka terus-menerus sama. Oleh karena itu, menjijikan.

“… … Kalian gerombolan yang seharusnya tidak terlahir di dunia ini.”

“Kami sering mendengar itu-.”

“Apa benar-benar tidak ada rasa bersalah untuk hidup yang lainnya di pikiranmu.”

“Hamba minta maaf, tapi kami telah menjual jiwa kami-?”

Tampaknya kata-kata tidak bisa mempengaruhinya.

Meskipun orang menganggapnya disesalkan jika kita tidak bisa berbicara dengan binatang buas, binatang buas tidak peduli untuk bisa berbicara dengan orang lain. Demikian pula, penyihir bahkan tidak merenungkan gagasan untuk  berbagi percakapan dengan orang-rang.

Wanita ini mengambil sekantung emas dan melemparnya. Pada saat kantung jatuh di lantai mengeluarkan suara gemerincing besi, Humbaba segera memutar kepalanya pada suara tersebut. Dia memeluk kantung itu seperti anak paling bahagia di dunia.

“Kebaikan Yang mulia tidak terbatas. Terima kasih banyak. Hehe.”

“Aku memberimu setengah dari emas yang dijanjikan.”

“… …Setengah-?”

Humbaba membeku.

Aku dengan dingin menatap pada Witch.

“Aku akan memberi sisanya saat tugasmu benar-benar selesai.”

“Itu sedikit berbeda dengan janji yang hamba telah dengar sebelumnya-… …”

“Dantalian secara pribadi membersihkan lumpur pada kalian semua barusan, dan tapi, kalian mengkhianati Dantalian. Apa aku punya sedikit alasan untuk menaruh kepercayaanku padamu?”

“Mm–, well–, hm–. Ahahah? Itu benar. Tentu saja. Yang mulia benar.”

Humbaba meluruskan topi kerucutnya. Wajah penyihir tidak lagi terlihat karena topinya yang lebar.

“Tapi setidaknya janji lainnya… …”

“Ya. Pada malam Walpurgis, aku akan mengajukan petisi untuk setiap witch yang telah berpartisipasi dalam perang ini untuk menerima Leaf Medal. Kalian kemudian akan menjadi veteran yang memiliki Quadriphyllous. Selamat.”

“Ahahaha. Itu sangat membantu.”

Witch berseri terang. Medali dengan bentuk daun di atasnya adalah bukti bahwa seseorang telah mencurahkan diri pada rasnya di medan perang. Tidak peduli berapa lama kau berpartisipasi dalam perang saudara di antara Demon Lord, kau tidak di anugrahi sebuah daun. Selagi situasi sekerang kita akan menghadapi perang besar melawan manusia, Itu artinya akan memenuhi syarat agar Witch dihadapanku diberi sehelai daun.

Bagaimanapun, orang-orang dari kelas rendah pada awalnya tidak dapat menerima medali, tidak termasuk kasus yang sangat jarang terjadi. Meskipun begitu, seperti yang telah mereka lakukan sekarang, para Witch berhasil mendapatkan medali melalui pengkhianatan yang berulang dan tipu daya yang konstan. Kehormatan seseorang harus ditentukan oleh diri sendiri dan bukan dengan mengandalkan orang lain, namun …… Mereka adalah kelompok tercela.

Wanita ini melambaikan tangannya.

“Aku tidak ingin melihatmu lagi. Pergi.”

“Aku minta maaf karena telah mengotori mata yang mulia.”

Humbaba melilit tubuhnya dalam jubah dan pergi. Seperti yang dia lakukan saat dia datang, langkah kakinya tidak memiliki suara selagi pergi juga. Rasanya seakan dia masih berada di sini karena langkahnya yang tak bersuara.

Wanita ini dengan diam menatap pada jam poket ini. Masalahnya  sekarang dimana aku bisa memanfaatkan bukti kuat ini. Sayangnya, jelas video ini tidak memiliki kegunaan tertentu untuk menghentikan perang. Sekarang, orang yang memegang posisi terdepan untuk membela peperang adalah Barbatos. Meskipun Dantalian tertuduh, Barbatos tidak akan memikirkannya dan tetap memutuskan untuk berperang. Namun, meskipun tidak bisa untuk menghentikan perang maka… …

Kekhawatiranku lebih menjadi dalam sepanjang malam. Memikirkan mengenai takdir seseorang menjadi Raja, kepala wanita ini menjadi kaku. Aku berbagi tanggung jawab dari proklamasi peperangan, tapi hanya nyawa dari para prajurit yang akan terambil. Hatiku berdebar oleh pikiran bahwa tidak peduli apa yang terjadi, aku akan tetap hidup.

Sebuah Perang besar.

Setidaknya, sebuah perang yang menghancurkan harus di cegah… …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s