Dungeon Defense Volume 3 : Chapter 2 – Part 1

Musim Dingin (Part1)

*Peringatan. Chapter ini mengandung beberapa aksi gore dan kekerasan yang mungkin akan membuat kids jaman now merasa agak kurang nyaman.

 

“Coba panggil aku ayah.”

“Apa kau gila, Lord?”

Aku mengatur prajuritku selama musim dingin.

Watak dari prajurit yang garang dan ganas. Mereka tidak tahan melihat seorang wanita 16 tahun berpura-pura menjadi Jenderal. Kapan pun aku menatap mereka, prajurit akan segera bergerak untuk mematuhi, tapi hanya saat itu saja. Di area yang tidak ada memperhatikan, personil militer mengkritik Nona Farnese. Terima kasih kepada para 「Witch」 yang telah menyebarkan peliharaan mereka, kami bisa dengan jelas mendegar para prajurit bicara di belakang kami.

“Dengarkan baik-baik.”

Mempunyai rekaman suara mereka ke dalam sebuah artifak Pemutar Ingatan, aku mengizinkan Farnese untuk mendengarkannya secara jelas. Para prajurit melihat Nona Farnese sebagai ‘Pelacur Manusia’.

– Kita adalah Demon, tapi kenapa pelacur manusia itu merayap ke sini dan memerintah kita? Omong kosong apa ini?

– Itu hanya omong kosong. Begitulah.

– Tapi penampilan gadis muda itu bagus.

– Siapa juga yang pergi berperang untuk melihat wajah seseorang? Kita bertarung untuk mengambil leher dengan wajah yang menyatu padanya. Meskipun lacur manusia itu mengingat beberapa seni perang dari manual, aku ragu perwira yang lemah pun takut setelah dia mendengar jika dia membacanya lewat buku.

– Siapa tahu? Semua kepala kita mungkin telah hilang setelah di dorong oleh bokongnya dan mendengar desahannya.

Para prajurit tertawa dengan keras. Kami juga bisa mendengar umpatan dari seseorang pada sisi memberitahu mereka yang mencoba untuk mencetak skor, pada Yang Mulia Demon Lord sudah cobai,  itu berbahaya. Namun, itu tidak diucapkan dengan nada serius. Itu diucapkan dengan nada lelucon yang dikelilingi senda gurau, mendengar sampai di situ, aku menutup artifak tersebut.

“Apa yang kau pikirkan?”

“Tampaknya para prajurit berbicara seenaknya selagi mereka tidak mengetahui apapun mengenai gadis muda ini.”

“Hey.”

Bagian itu bukan masalahnya.

Lebih sedikit lagi, bagaimana kau mengatakannya? Bukankah ada masalah yang lebih penting lagi? Jika aku harus menjelaskannya secara detail, maka itu adalah fakta bahwa komando militermu tidak mendapatkan bahkan sedikit pun penghormatan. Dia bahkan tidak memandangku, melainkan, dengan diam melanjutkan membaca buku sejarahnya. Selagi membaca buku, Farnese bergumam.

“Tidak mungkin untuk mengkritik dan memperbaiki masalah dalam sebuah pasukan secara mudah. Mereka tidak bisa dengan mudahnya menerima orang luar, dengan kata lain, artinya mereka telah terikat dari dalam. Karena mereka kuat dari dalam, mereka tidak akan mudah runtuh saat menghadapi musuh. Mereka elit.”

“Dan lalu?”

“Jika gadis muda ini menggorok leher para perwira dan kapten, maka kekokohan prajurit akan runtuh dari dalam dan menurun menjadi kerumunan biasa. Kapten yang mencela gadis muda ini akan di bunuh, dan posisinya akan diisi oleh orang yang pandai saat memuji gadis muda ini. Sebagai ganti kapten dengan kemampuan, kapten yang pandai dalam menjilat akhirnya akan menerima perlakuan istimewa, dan itu tidak benar. Sebuah pasukan adalah tubuh orang-orang yang pada dasarnya terikat oleh pekerjaan luar dan dalam. Gadis muda ini takut akan kebodohan untuk mengubah lapisan luar hanya agar lapisan dalam memburuk. “

Aku secara teliti memeriksa ekspresi Farnese.

Meskipun telah mendengar kata-kata vulgar dari prajurit rendahan, tidak ada tanda darinya menunjukkan perlawanan terhadap itu. Hal yang ada hanyalah tanda darinya memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk mengelola dengan benar para prajurit selagi memperlakukan mereka bukan sebagai makhluk hidup, tapi sebagai alat.

Laura De Farnese adalah seorang psikopat.

Tetapi, dia seorang psikopat yang pintar.

“Apakah tidak apa-apa menyerahkan semua perintah militer kepadamu?”

“Bukankah Tuan mengambil gadis muda ini dari pasar budak untuk membiarkannya memerintah pasukanmu? Tidak apa bagi Tuan untuk mengkhawatirkannya. Urusan militer adalah tugas gadis muda ini. Karena ini adalah masalah yang dihadapi gadis muda ini, gadis muda ini akan menyelesaikannya sendiri.”

Aku tahu kekhawatiranku tidak diperlukan.

“Apa urusan militer bisa diatur hanya karena seseorang sepertimu berbicara bisa mengatasinya?”

“Ucapan Tuan sedikit agresif. Dari pada menggunakan kata untuk menanamkan ketakutan pada gadis muda ini, gunakan tujuan untuk mencerahi gadis muda ini.”

“Aku akan memberimu satu bulan. Dalam 30 hari, harus mengontrol kedisiplinan militer. Jika kau tidak bisa menutupi omongan besar yang barusan kau buat, maka aku akan mencambukmu atas kejahatan tanpa berpikir membuka mulutmu.”

“Dimengerti.”

Farnese masih tidak melepaskan pandangannya pada buku. Karena aku telah dengan kasar membuka jalan di depannya, ini adalah saatnya dengan lembut membantu jalan di belakangnya. Aku bertanya dengan sindiran.

“Apa ada sesuatu yang bisa aku bantu?”

“Tolong tugaskan peliharaan 「Witch」 pada gadis muda ini. Gadis muda ini akan menggunakan peliharaan tersebut sebagai mata dan telinga, dan menggunakan mereka untuk mengamati hal yang gadis muda ini tidak bisa lihat atau dengar.”

“Sebuah permintaan mudah.”

“Ah, juga-.”

Farnese berbicara.

“Kenapa Tuan bilang bahwa kau akan menjadi ayah gadis ini?”

“Para prajurit mengesampingkanmu karena kau adalah anak dari manusia. Aku tahu penghinaan terhadapmu akan berkurang jika aku mengadopsimu sebagai putriku.”

Farnese mengangkat pandangannya dari buku. Dia akhirnya memandangku, tapi entah kenapa, matanya penuh dengan kecurigaan. Itu tampak seperti dia memperlakukan ku seperti makanan sisa.

“Itu cukup tidak senonoh. Kata itu mungkin tidak salah, tapi cara berpikir Tuan menyedihkan. Di seluruh dunia ini, Tuan mencoba menyelesaikan urusan militer melalui adopsi? Meskipun gadis muda ini telah merasakan sebelumnya, tapi Tuan agak sedikit gila. Kau setidaknya tidak normal.”

Kenapa kau peduli!?

Dasar psikopat!

Farnese menenggelamkan dirinya dalam lapisan urusan militer. Farnese meletakkan tempat tidurnya di sisi di mana biasanya para tentara beristirahat dan bermain. Jenderal memakai seragam yang dikenakan oleh prajurit, satu set tikar dan selimut, dan mangkuk berkualitas buruk. Dia berencana tinggal di samping pasukan.

Para kapten berkumpul dan mengeluh padaku.

– Ini tidak nyaman karena Jenderal tiba-tiba masuk ke area kami.

– Karena Jenderalnya dekat, bahkan saat kami menerima sarapan, sebelum kami bisa mendapatkan porsi sup, kami berakhir bertatap mata dengan Jenderal sesekali. Selagi menatap pada Jenderal, kami jadi kurang mengunyah daging di sup kami. Karena kami sering memikirkan Jenderal, kami kadang lupa untuk mengunyah, oleh karena itu, kami tidak punya tenaga setelah makan dan mudah sakit perut. Mereka bilang orang sebaiknya tidak perlu terganggu oleh anjing liar saat makan, tapi bagaimana bisa kami bertarung dengan benar saat seorang Jenderal mengganggu waktu makan bawahannya? Tolong mengerti.

– Tolong mengerti, Yang Mulia.

Aku menggaruk dahiku.

Jadi bajingan-bajingan ini berpikiran sempit untuk menyesuaikan diri dengan makanan mereka. Mereka menodai namaku. Karena kalian gemetaran seperti kambing, aku akan bertingkah berpikiran sempit juga. Coba lihat bagaimana kalian bajingan mengatasi aksi kemarahanku.

Mengambil nafas dalam, aku membongkar kata-kata seperti putaran peluru.

“Apakah kalian semua masalah pribadi kalian dengan Raja? Begitukah. Aku akan menginformasikan semua kebutuhanmu. Semua makanan yang kau dorong ke dalam wajahmu setiap pagi berasal dari ku. Makan malam seluruh barang dalam dirimu dan kotoran yang keluar dari tubuhmu, semua itu berasal dari ku. Saat pedangmu rusak, siapa yang akan kau datangi untuk meminta memperbaikinya? Siapa yang akan mencari pandai besinya? Siapa yang akan memperoleh kuda dan gerobak untuk mengangkut senjata dan mengirimnya ke pandai besi, dan siapa yang akan menyediakan makanan dan akomodasi bagi para kusir yang akan bepergian bolak-balik? Aku yang menanganinya semua. Kau orang tidak tahu diri. Aku memberitahumu akulah Raja mu. Hanya karena kau merasa sedikit tidak nyaman oleh fakta bahwa kau jadi sedikit berhati-hati dan sedikit mengunyah, kau datang ke tempatku hanya untuk membuat keributan?”

Aku mengambil bantal kayu yang aku gunakan untuk tidur siang dan melemparnya pada kapten. Saat bantal kayu tersebut memukul lantai dan melambung, tulang punggung sang kapten menggigil. Kapten menundukkan kepalanya lebih dalam.

Cara berbicara yang aku gunakan saat menangani Demon Lord dan nada yang aku gunakan saat menangani kapten militer jelas berbeda. Aku tidak membiarkan mereka menghindari sikap sombong dan kuat yang tidak diperlukan di depan kapten. Sebaliknya, aku menurunkan derajatku ke level mereka dan membuat mereka menenggelamkan kepala mereka jadi tidak bisa bergerak sedikit pun. Itu adalah siasatku.

“Kalian bodoh tidak tahu diri.”

– Ucapanmu tak ternilai, Yang Mulia!

– Kami menyesal, Yang Mulia!

– Pikiran kami memang sempit.

“Bagus. Melihat kalian semua bisa meminta maaf dengan begitu mudah, aku tidak akan membuatmu menyesalinya lebih dalam. Laura De Farnese adalah Jenderal yang memerintah militer menggantikanku, dia adalah Wakil Jenderal. Di manapun aku tidak ada, dia adalah Rajamu. Alasan kenapa aku tidak menghukum kalian dengan segera adalah bukan karena aku telah menerima permintaan maafmu, tapi karena aku ingin kalian menemui Wakil Jenderal dan selesaikan permintaan maafmu. Sebuah kesalahan yang timbul dalam pasukan harus di maafkan oleh seorang Jenderal.”

– Tapi, Yang Mulia.

– Kami bertarung dengan kekuatan yang diberikan oleh makanan kita. Jika kita tidak bisa makan dengan baik, maka.

– Kami tidak bermaksud begitu,tapi.

Keparat ini.

Aku menarik pedangku.

“Haruskah aku secara pribadi membantu membuat makananmu turun ke tenggorokan dengan lebih mudah?”

Pada saat itu kapten akhirnya melarikan diri. Karena langkah mereka terasa lebih suram daripada menyegarkan, aku mengejar mereka. Kapten terkejut dan mengeluarkan teriakan. Aku mengambil bantal kayu dan melemparkan sekali lagi, dan karena aku diberkahi sebagai seorang pelempar bola(Pticher), bantal kayu tersebut mengenai tepat di tengah dari belakang kepala kapten. Kapten melarikan diri. Dan seperti itulah, aku mencari Farnese.

Aku mempercayai Laura De Farnese yang di takdirkan untuk menjadi komandan terhebat di benua seperti dalam sejarah aslinya.

Tentu saja, setelah 4 hari, Farnese memecahkan masalah dalam pasukan. Selagi mengenakan seragam militer yang diberikan untuk prajurit, Farnese datang untuk memberitahuku.

“Ketidaklogisan dalam pasukan besar sekali, Tuan.”

“Ketidaklogisan seperti apa?”

“Jika ada komandan resimen, perwira, dan kapten, maka itu sudah cukup. Meskipun begitu, komandan resimen memberikan tugas mereka pada perwira, perwira memberikan tugas mereka pada kapten, dan kapten memberikan tugas mereka pada prajurit. Pada akhirnya, para prajurit yang mengurusi segalanya dalam pasukan. Bahkan prajurit, jadi lelah karena ini, membeda-bedakan yang tinggi dan rendah di antara mereka. Prajurit rendah lalu menyiapkan tempat tidur untuk prajurit tingkat tinggi dan membersihkan pakaian mereka.”

“Isu yang menonjol di militer manapun.”

“Prajurit seharusnya bertarung seperti seorang prajurit dan perwira harus bertarung seperti seorang perwira, dan tapi, kenapa mereka memerintah yang lainnya demi membuat hidup mereka sendiri lebih mudah? Gadis muda ini, yang mana seorang Jenderal, harus jadi seseorang yang memerintah prajurit, tapi karena ada banyak atasan yang membuat prajurit melakukan sesuatu, seolah-olah mereka beberapa jenderal di saat yang sama. Tidak ada kesempatan untuk bisa berkumpul bersama sebagai kesatuan dan menjalar lebih dalam ke dalam sebuah pasukan seperti ini.”

Aku meludah ke lantai. Tenggorokanku sering terasa kering karena musim dingin.

“Bisa kau mengatasinya?”

“Gadis muda ini akan menghancurkannya dengan mudah.”

Aku lebih suka untuk meninggalkan irasionalitas apa adanya dan memanipulasinya dengan tepat, tapi tampaknya Laura De Farnese adalah kebalikannya. Menahan irasionalitas atau tanggung dengan dirinya sendiri, aku mempertimbangkan sisi mana yang akan lebih mudah.

“Baiklah kalau begitu. Lakukan seperti yang kau inginkan.”

“Gadis muda ini akan laksanakan untuk tujuan Tuan.”

Farnese mulai menangani kedisiplinan militer lebih parah.

Mulai titik ini, mau itu kapten, veteran[1], atau pendatang, tidak peduli peringkat atau pengalaman seseorang, Farnese membuat sebuah peraturan di mana semua orang harus mengatur kehidupan mereka oleh diri mereka sendiri. Dia melangkah maju dengan sendirinya. Farnese mencuci pakaiannya sendiri dan secara pribadi membersihkan sepatu militernya sendiri. Suatu hari, saat prajurit membawakan makanan untuknya, Farnese memberitahunya dengan suara yang keras.

“Taruh itu. Apa aku tidak punya tangan dan kakiku sendiri?”

Farnese tidak makan sama sekali pada hari itu. Saat komandan membuang mangkuknya, para prajurit tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mulai hari itu, tanda dari prajurit menyajikan makanan untuk prajurit veteran menghilang.

Namun, pada titik ini, itu hanya menghilang di luarnya saja.

Sesuatu yang mereda di bagian luar pasti bisa bersembunyi jauh di dalam.

Selama malam yang berambisi, prajurit veteran secara diam-diam mengumpulkan prajurit dan memanfaatkan mereka. Menggunakan familiar[2], kami bisa mendengarkan suara kekerasan yang mengalir dari sudut perkemahan secara langsung.

– Hey, luruskan kepalamu bajingan. Kau pikir pelacur manusia itu akan tinggal di tempat tinggal kita selamanya? Dia adalah tipe pelacur yang pergi dalam setengah bulan. Saat dia pergi, kalian akan mati di tanganku.

– Pikirkan baik-baik siapa yang benar-benar mengurus kalian. Pelacur manusia itu adalah seseorang seperti Yang Mulia dan bukan orang seperti kita. Aku akan memberimu nasihat yang jujur, tinggal dalam barisan.

– Ya, kami mengerti!

Mau itu di sini atau di sana, repertoarnya[3] sama saja-.

Selagi aku membalikkan telingaku ke arah audio dan merasa rindu, Farnese bergumam di sampingku.

“… …Jadi mereka menantangku untuk melihat siapa yang akan menang?”

Oh?

Itu mungkin hanya imajinasiku, tapi itu tampak sedikit seperti wajah marah. Karena agak jarang bagi Farnese menunjukkan sebuah emosi, ini menarik.

Sejak hari itu, Farnese mulai patroli malam.

Dia tidak berkeliaran secara terang-terangan tapi berpura-pura sebagai kebetulan jika memungkinkan. Contohnya, berpura-pura pergi ke kamar mandi saat tengah malam dan berputar ke kekerasan yang terjadi di gudang, atau berpura-pura bangun karena sebuah kehadiran dan memeriksa bagian belakang kuartal. Itu adalah trik yang jelas. Tentu saja, tidak ada taktik yang berkerja seefisien taktik yang jelas. Pikirkan tentang itu. Itu adalah komandan yang muncul dari suatu tempat di kegelapan. Para prajurit hanya bisa ketakutan.

“Apa yang kalian semua lakukan?”

Prajurit senior yang salah memperlakukan prajurit tidak bisa merespon.

Dengan wajah tanpa emosi, Farnese mengumumkan.

“Aku mengerti. Orang yang tidak tidur saat diperlukan untuk tidur pasti bertarung cukup baik saat diperlukan untuk bertarung. Aku merasa lega bahwa kalian membentuk pasukan yang kuat sebagai satu kesatuan. Petugas senior sebelah sana, ikuti aku.”

Farnese membuat tentara senior melakukan kerja paksa. Memberi mereka masing-masing beliung[4], dia memerintahkan mereka untuk menggali. Karena tanah telah mengeras karena dingin, ujung dari beliung tidak mampu menembus tanah. Melihat pada tanah yang tak tertembus, para prajurit membuat api untuk mencairkan permukaan. Setelah menyalakan api, mereka menggali sampai gundukan rendah tertumpuk di barak. Farnese menatap pada prajurit dan memberikan perintah.

“Kerja bagus. Sekarang Isi kembali.”

Para prajurit menuangkan tanahnya, yang telah mereka gali dengan sia-sia, kembali ke lubang. Butuh waktu 4 jam untuk menggali dan mengisi kembali lubangnya. Permukaan telah kembali menjadi rata. Kepada petugas veteran yang mengira pekerjaannya telah selesai dan mengusap keringat mereka, Farnese berbicara dengan dingin.

“Gali lagi.”

Wajah dari petugas veteran menjadi biru. Untuk setengah hari, para prajurit mengulang menggali dan mengisi lubang. Itu adalah kerja tanpa alasan dan tujuan. Karena tidak ada tujuan, selesainya tidak tahu kapan, dan karena tidak tahu kapan selesainya, mereka tidak bisa menahan situasi sekarang. Mereka kemungkinan besar ingin mati. Itu pasti terasa seperti mereka menggali kuburannya sendiri. Selagi menjaga tanganku di belakang dan berdiri dari kejauhan, aku melihat Farnese dengan senang menyiksa para prajurit veteran. Sejujurnya, ini menyenangkan.

– Tolong bunuh aku sebagai gantinya.

– Kami rendah hati telah membuat kesalahan, Jenderal!

Para petugas menurunkan kepala mereka ke tanah dan membungkuk. Ini pasti pertama kalinya bagi Farnese disebut sebagai Jenderal oleh prajurit. Farnese dengan ekspresi sejernih air, menatap ke bawah pada prajurit.

“Kenapa aku harus mengakhiri hidupmu? Tidak ada yang menghargaimu setelah semua yang aku lakukan. Berhenti berbicara dan lanjut menggali.”

Farnese menaikkan tepi dari mulutnya. Karena dia masih belum terbiasa membuat raut wajah, Mulut Farnese membelit sangat aneh. Itu sangat mengerikan.

“Atau kau mungkin ingin aku untuk memberikan mu lubang dalam diriku? Apa kalian pikir bisa memuaskanku dengan penis[5] lemas milikmu itu?”

Para prajurit meratap.

Setelah hari itu.

Nona Farnese meningkat dari pelacur biasa menjadi pelacur jahat.

Dulu, suara suara mengucapkan ‘si pelacur!’ dalam nada yang mengolok naik ke udara, tapi sekarang, suara diucapkan ‘si pelacur jahat… …’ dalam nada jengkel dan tenggelam rendah. Suara yang bergema tinggi cepat mereda, sementara suara yang meresap rendah menyebar luas.

Kejadian yang menyenangkan, cukup menyenangkan.

Kapten mendatangiku sekali lagi. Berbeda dari sebelumnya, suara mereka dengan hebat bersemangat. Suatu urgensi akut bisa dirasakan. Semua kapten sekarang menyebut Farnese sebagai Nona Jenderal. Itu mungkin hanya sepatah kata ‘Nona’ jadi terlampir pada ‘Jenderal’, Tapi ada banyak makna di sana. Contoh, sebuah makna pada tingkat ‘si pelacur gila’ itu cenderung ada di sana. Apakah ini bukan kemajuan yang mengesankan?

– Karena Nona Jenderal mengganggu prajurit tidak hanya selama sore tapi malam juga, para pemuda tidak bisa tidur dengan nyenyak. Meski jika kita kurang tenaga setelah makan, kita masih bisa bertarung dengan kekosongan itu. Namun, bagaimana orang bisa bertarung tanpa tidur?

– Ini tidak muncul dari manual seni berperang. Tapi dari kehidupan itu sendiri. Orang seharusnya membaca buku berdasarkan kehidupan, tapi jika seseorang menjalani hidup berdasarkan buku, apakah dunia tidak akan terbalik? Bahkan jika pengetahuan Nona Jenderal mendalam dan dia telah membaca setiap buku yang terkait dengan taktik dalam negara, Kehidupan adalah masalah yang terpisah. Orang rendahan seperti kita hidup dalam kehidupan dan tidak memiliki pilihan lain kecuali terus hidup dalam kehidupan. Tolong mengertilah!

Aku tidak mendengarkan kata-kata yang berasal dari kapten. Setelah mendengar semuanya, aku pergi ke gudang dan membawa beliung. Itu adalah beliung yang sama yang dibawa petugas senior sampai mereka pingsan karena kelelahan. Aku kemudian berbicara.

“Aku mengerti perkataanmu cukup mendalam jadi mereka menusuk prinsip yang indah. Coba kita uji seberapa dalam badanmu bisa kita kubur di tanah.”

Kapten melarikan diri.

Sebulan setelahnya, irasionalitas[5] sepenuhnya padam dalam pasukan. Kebiasaan dari perwira mengambil upah dari kapten, dan kapten mengambil upah dari prajurit menghilang. kecenderungan meminjamkan uang yang mereka ambil dari orang lain, dan berkomplot dengan pedagang dan calo untuk menjual barang dengan harga terlalu tinggi, juga lenyap.

Farnese adalah gadis yang ganas. Semakin fakta ini tersebar di antara prajurit, sebaliknya, membuat suara prajurit menunjuk ke arahnya dan memanggilnya pelacur jahat menghilang. Pada satu titik, dari pada pelacur jahat, suara dari orang memujinya sebagai Jenderal yang memikirkan prajurit sebelum orang lain, mengalir ke seluruh pasukan. Kemungkinan besar sekitar waktu lubang ke-11 terbentuk di barak.

Kapten bereaksi sensitif kepada mood para prajurit. Seperti bagaimana manusia secara otomatis merasakan bau kentut, para kapten memahami temperamen prajurit.

Para kapten membaca suasana dan mematuhi komandan. Mereka pasti takut konsekuensi untuk datang padaku dan mengeluh tanpa alasan karena para kapten berkeliling bersorak sorai ‘Horeee untuk Nona Jenderal Farnese!’. Kapten yang bersikap seolah mereka menjilati telapak kaki Farnese yang merangkak. Di antara mereka, satu orang benar-benar mencoba untuk memberi air liur pada jari kaki Farnese dan ditendang.

Tsk tsk.

Orang-orang yang menggemaskan.

Akhirnya, kelompok sisa dari Individu yang dikenal sebagai kapten dan petugas senior tetap tinggal.

Orang-orang ini tidak bisa membuang kesenangan memeras uang dari orang-orang di bawah mereka. Mereka lebih baik dari prajurit tapi lebih rendah dari kapten, jadi mereka mirip dengan preman lingkungan. Orang-orang ini tidak memiliki kemampuan politik untuk bereaksi secara tepat terhadap keadaan seperti yang telah dilakukan para kapten. petugas senior berusaha melindungi otoritas dan wilayahnya.

Saat petugas senior salah memperlakukan para prajurit, mereka pergi jauh. Mereka menyeret para prajurit ke salah satu gudang paling terpencil di perkemahan. Seekor tikus, merupakan peliharaan penyihir, menguping suara-suara yang bocor dari celah di dinding.

– Hey, bajingan. Siapa orang yang membawa gelandangan sepertimu dari desa dan  mendaftarkanmu jadi prajurit? Aku adalah pria tua yang tinggal di sebelah rumah. Kalian terlahir di desa dan bukan dalam pasukan, kan? Maka kalian sebaiknya memperlakukan senior dari desa yang sama dengan hormat.

–  Kita mungkin hidup dalam kesatuan sekarang, tapi saat kita mati, kita akan pulang ke rumah. Jika kalian tetap menghiraukan senior kalian, lalu apa kau pikir seorang pengiring jenazah akan muncul saat pemakamanmu? Apa kau pikir pelacur jahat itu akan repot-repot datang mengatur pemakamanmu? Dia adalah lacur yang memerintahkanmu untuk mati, bukan lacur yang merawatmu setelah kau mati.

– Hey, jangan abaikan kami. Kami semua mengatakan ini sebagai pertimbangan kalian. Lagi pula, tidak peduli sebanyak apapun kau berteriak, pelacur itu tidak akan datang.

Farnese membuka pintu.

“Ya. Aku datang karena kau memanggil.”

Para prajurit berteriak dan jatuh ke lantai. Aku bisa mendengar suara gemuruh barang terjatuh pecah. Aku tanya Farnese nanti, Tapi tampaknya, para prajurit menatap seolah dia hantu.

“Tidak apa-apa untuk menantikannya, Tuan-tuan. Mari kita menggali lubang dengan benar hari ini.”

Para petugas senior dipaksa untuk menggali tanah selama 2 hari berlanjut tanpa tidur.

Setidaknya, kedisiplinan militer berdiri tegak. Para prajurit merawat keperluannya sendiri. Jika itu bukan perintah resmi dari atasan, bahkan prajurit tidak mematuhinya tanpa pikir panjang.

Pada hari akhir dari 1 bulan yang di janjikan, Laura De Farnese membuang seragam yang dimaksudkan untuk prajurit dan mengenakan seragam militer untuk komandan. Setelah mencuci tubuhnya, Farnese datang mengunjungi dengan tubuh bersih. Kulit Farnese lebih putih dari salju yang baru saja jatuh ke tanah, dan suaranya sejernih langit yang salju baru saja turun darinya. Aku tidak sadar akan niatnya untuk tampil seperti salju dan langit di hadapanku. Terlepas dari apakah dia tahu bahwa aku mengerti perasaannya atau tidak, si gadis psikopat kecil pembuat masalah mulai berkata singkat.

“Gadis muda ini melapor, bahwa dia telah memenuhi tujuan Tuan.”

Begitu banyak harga diri dan kesombongan bisa dipahami dengan kata-kata yang pendek.

Aku ingin memuji gadis ini. Aku ingin mengakui kerja keras yang telah dia jalani sepanjang malam mengejar petugas senior, menghibur para rekrutan baru, dan mencuci semua pakaiannya dengan kedua tangannya sendiri. Aku memberi isyarat agar Farnese mendekat dan dengan lembut menyisir rambut Farnese yang mendekat dengan sisir gading.

Aku tersenyum.

“Kerja bagus. Apa kau ingin minum?”

Farnese tidak mencoba memperoleh pujaan dari pasukannya. Farnese ingin untuk setiap individu dalam pasukan takut padanya. Dari pada keberanian untuk menyerang musuh, Farnese lebih menghargai ketakutan yang akan dirasakan prajurit jika tidak mematuhi perintah komandan tertinggi. Ini, memang. berbeda dibandingkan denganku. Tidak tahu cara memperoleh ketakutan, Farnese datang dan bertanya padaku.

“Apa yang sebaiknya gadis ini lakukan agar prajurit takut padaku, Tuan?”

“Yah. Kau punya penampilan cukup menarik, jadi mungkin agak sulit.”

“Akankah mereka takut jika ada bekas luka pada wajah gadis muda ini?”

“Sialan, anak bodoh ini. Bagai mana bisa kau berpikir hanya satu sisi? Pikirkan dengan baik.”

“Hanya Tuan dan Nona Lazuli yang memanggil gadis muda ini bodoh… …”

Farnese menjadi cemberut. Akhir-akhir ini, Farnese telah menerima pendidikan dari aku dan Lapis. Dibandingkan denganku, Lapis mengajarinya lebih keras. Sudah jelas gadis kecil ini, yang hidup dengan percaya bahwa dia jenius, akan jadi tidak bersemangat jika sering diperlakukan dengan buruk. Merasakan sedikit simpati, aku bicara secara tidak langsung.

“Haruskah aku memberitahumu sebuah trik yang bagus?”

Hari selanjutnya.

Farnese membeli 15 anjing pemburu. Pinggang dari anjing pemburu yang ramping jadi terlihat kurus kering, tapi warna dari bulunya menakjubkan. Mereka peliharaan yang umumnya dipelihara oleh keluarga kekaisaran dan keluarga kerajaan, jadi mereka sungguh mahal. Si anjing tidak meninggalkan tuan mereka bahan untuk sedetik.

– Jadi Nona menyukai anjing.

– Memelihara anjing pemburu adalah hobi yang bagus. Mereka bisa mencium bau musuh dan mengejarnya, jadi itu akan memudahkan kita juga.

Para prajurit berkumpul dalam kelompok kecil dan mengunyah daging kering. Meski mereka melempar beberapa daging kering mereka untuk bersenang-senang, anjing pemburu tidak memutarkan pandangannya pada itu sama sekali.

Farnese secara pribadi menerima makanan dan memberi makan anjing dengan sendirinya. Makanan anjing terlihat lebih mewah dari makan yang orang makan. Beberapa prajurit bercanda bahwa Nona Farnese memberi makan gelandangan lebih baik dari pada mereka dan tertawa. Setelah melihat pemandangan Nona Farnese menyediakan sebuah makanan mewah untuk hewan buas, beberapa orang berpendapat bahwa mereka gembira karena dia akhirnya tampak seperti seorang gadis, selagi yang lainnya khawatir jika keinginan egois komandan akan mengganggu urusan militer. Dengan setengah gembira dan setengah khawatir, para prajurit menatap dengan iri pada makanan anjing yang mewah.

Waktu untuk pasukanku berperang telah tiba. Para prajurit, yang telah tidur nyenyak dan makan sampai kenyang, punya mata yang jelas meskipun musim dingin.3,500 infanteri 「Dwarf , 500 kavaleri 「Centaur」, dan 50 「Witch」 disewa dari kota untuk berdiri di medan musim dingin, menunggu untuk pidato Jenderal sebelum keberangkatan kami. Ada orang yang berkumpul di sekitar pinggir lapangan, tapi mereka semua pedagang dan prostitusi. Tipe orang yang menyibukkan kaki dengan senantiasa mengikuti kemana pun pasukan pergi.

“… …”

Sambil memegang pedang berpakaian formal, Farnese naik ke atas panggung. Di sana tidak ada hiasan jadi pedangnya kecil. Karena kemunculan senjatanya yang ringan, itu sangat cocok dengan sosok tubuh Nona. Anjing pemburu mengikuti tuan mereka ke panggung. Para anjing lalu dengan diam menempatkan diri di sekitarnya.

Farnese menghunuskan pedangnya. Mendengar suara besi, anjing pemburu melihat ke belakang mereka. Pedang biru jernih menggorok leher panjang dari seekor anjing. Darah menyembur keluar. Anjing lainnya tidak bereaksi sama sekali. Farnese membunuh semua 15 anjing pemburu, dan sampai akhirnya, tidak ada satu pun yang menggonggong. Darah tanpa suara mengalir ke bawah dari panggung.

– …

 

illust-3 1

 

Semua prajurit menahan nafas mereka. Mereka tidak berani bertemu tatapan komandan.

Orang akan takut pada Jenderal yang tanpa ampun membantai anjing pemburu yang dia pelihara dengan sangat berharga, mereka takut akan Jenderal yang diam tak berekspresi selama pembantaian, dan mereka juga akan takut bahwa fakta Jenderal seperti itu hanyalah gadis berusia 16 tahun. Mereka terutama takut dengan niat Jenderal yang berniat untuk membantai hewan peliharanya, yang dia rawat dengan peduli, pada hari pasukan pergi. Selagi melirik pada penggalan kepala anjing yang menggelinding ke sekitarnya, kapten mengusap lehernya sendiri.

“Maju”

Pasukan mematuhi.

Farnese mengubah anjing pemburu yang mati menjadi daging kering. Jaraknya satu minggu dari sini ke lokasi di mana Demon Lord lain berencana untuk mengumpulkan pasukan mereka. Selama satu minggu, Farnese mengunyah daging kering yang terbuat dari daging anjing dan mengusir prajurit menjauh dengan tatapannya.

Pada suatu hari, sungai tidak sepenuhnya membeku jadi kita harus mendirikan kemah di sebuah tambang untuk beristirahat. Ada desa kecil berlokasi di sebelah pertambangan. Aku mengeluarkan sebuah perintah militer dan melarang mereka untuk merampok.

Sekitar sore hari, tiga prajurit tertangkap. Mereka kriminal yang diam diam melanggar untuk  kekayaan pribadi mencuri dan memperkosa wanita dan anak-anak . Pada waktu aku mendengar laporannya, aku sedang menikmati teh di belakang ruangan dengan Farnese dan Lapis di kedua sisiku. Tehnya menghangatkan bagian dalamku, menurunkan cangkir tehku, aku menatap pada Farnese.

“Karena kau Jenderalnya, kau yang memutuskan hukumannya”

“Aku ingin mengeksekusi mereka.”

“Eksekusi, kah?”

Setelah mengambil lirikan kecil pada Lapis, aku kembali pada Farnese.

“Apakah eksekusi tidak berlebihan?”

“Mereka adalah orang yang tidak mematuhi perintah militer. Selain itu, mereka orang yang pertama melanggar. Hukuman ini akan di tentukan menurut retribusi yang akan dilakukan di dalam pasukan mulai sekarang. Gadis muda ini ingin untuk menanganinya dengan kekejaman.”

Lapis menghancurkan percakapan dan bertanya dengan pelan.

“Metode eksekusi seperti apa yang akan kau keluarkan?”

“Untuk menstabilkan regulasi[1] atasan dalam militer, kepala mereka harus di penggal dan dipajang. Gadis muda ini akan memenggal kepala mereka.”

Lapis bertanya lagi.

“Bagaimana?”

“… …”

“Aku bertanya bagaimana kau berencana untuk melakukannya, nona.”

“Apa yang kau maksud dengan bagaimana? Bukannya itu berakhir saat kepala mereka terpajang?”

“Dasar menyedihkan.”

Bahu Farnese berkedut karena kata-kata teguran dari Lapis. Setelah hari Lapis bersumpah bahwa dia akan menjadi ibu, dia sering memarahi dan menghina Farnese sejak saat itu. Lapis sengaja bertingkah jahat seperti ayah kandung Farnese, yang telah menindas masa kecilnya, telah selesai. Farnese mempunyai masalah untuk berurusan dengan Lapis yang berperilaku seperti ini.

“Orang-orang itu bagaikan rumput liar. Mereka tetap akan berdiri tidak peduli berapa kali mereka terinjak. Di antara rumput liar tersebut, prajurit sewaan adalah yang paling gigih. Para prajurit tidak akan merendahkan diri mereka hanya karena tiga kepala pemerkosa telah terpenggal. Namun, itu jika kau tidak benar-benar menanamkan ketakutan pada mereka sebelumnya.”

“Lalu apa yang seharusnya gadis muda ini lakukan… ….”

“Pikirkan sendiri. Apakah benda yang menempel di bahumu bukan kepala tapi sebuah ember timah? Kenapa kau tidak bisa memikirkannya sendiri dan meminta bantuanku?”

“… …”

“Jika kau benar-benar Jenderal, maka tidak perlu untuk bicara padaku atau Yang Mulia. Sebelumnya, kau bergantung pada Yang Mulia untuk membeli ketakutan prajurit, dan sekarang kau mencoba untuk memperoleh ketakutan prajurit dengan berbicara padaku. Pada suatu hari kau harus membayar utang yang kau bawa dari Yang Mulia dan diriku, dan nama dari harga itu akan jadi tidak kurang dari ke tidak kompetenanmu. Jika seseorang menghitung jumlah waktu kau telah meminta bantuan orang lain dari sini ke sana, maka jumlah kompetensi yang kau miliki pasti akan sangat besar. Nona, aku tidak berharap untuk ketidak beruntunganmu karena hutang yang kau isi karena rendahnya kemampuanmu, dibayar oleh Yang Mulia sebagai gantinya.”

Farnese jadi diam.

Aku tidak ikut campur di antara mereka berdua. Jika aku mengganggu sekarang, maka Lapis akan jadi malu dan Farnese akan merasa terhina. Demi mengijinkan kedua pengikut ku bertukar satu sama lain, dengan cara mereka sendiri, membuat sebuah jarak, aku tetap terdiam.

Setelah lama merenungkan, Farnese bergumam.

“Gadis muda ini akan secara pribadi mengambil pedang dan memotong kriminal untuk… …”

Slap.

Pipi yang terpukul menjadi merah.

Lapis bicara.

“Jawab lagi.”

“… …Aku tidak tahu. Nona Lazuli. Gadis muda ini tidak punya ide sama sekali.”

Lapis memukul pipi pihak lain dengan kekuatan lebih dari sebelumnya. Farnese meringkuk. Dia menjadi sengsara seperti bungkus aluminium yang berkerut.

“Kau tidak tahu sejak awal. Meski begitu, kau membuat respon dan berharap itu secara kebetulan menjadi jawabannya. Jika kau mengaku dari awal kau tidak tahu, maka kau tidak harus dipukul, dan jika kau tetap mempertahankan sikap mencoba untuk menemukan jawabannya sampak saat akhir, maka kesempatan kau dipukul pasti tidak akan selama ini juga. Ketidak jujuranmu menunjukkan ulang kebanggaan kecilmu dan kurangnya usahamu mewakili ketidakmampuan mu. Dengan muka apa orang yang picik dan tidak kompeten duduk di sini dengan nyaman? Segera pergi.”

Farnese diusir dari ruangan.

Di dalam ruangan di mana hanya aku dan Lapis yang tinggal, itu menjadi sunyi.

“… …”

“… …”

Kami menuangkan teh satu sama lain. Kami mengamati pemandangan uap dari susu putih yang naik ke atas dari cangkir teh kami.

Meskipun lebih banyak teh tertimbun di atasnya, teh masih tetap jernih dan tidak menjadi bernoda. Teh dengan sedikit warna lebih jernih dibanding air biasa yang pasti tidak berwarna. Kejernihan jelas adalah sesuatu yang dimulai tanpa warna, tapi untuk sesuatu yang berwarna dan cukup jernih untuk bisa melihat dasarnya dalam sekali lihat, adalah bersih dan istimewa. Kami ingin mendidik Farnese seperti teh ini. Lapis dan aku tidak bermaksud mengubah Farnese menjadi air biasa atau membiarkannya seperti itu, sebagai pendidikan. Kami menganggap proses pemotongan, penggilingan, pembuatan bir daun teh, dan akhirnya menuangkan minuman ke dalam cangkir teh, menjadi pendidikan. Jika aku memberikan warna pada putri kami dan Lapis memprosesnya, maka Farnese secara alami akan melahirkan keharuman dan memancar dengan sendirinya. Itu adalah proses tiruan alami, dan itu adalah proses tiruan yang tidak alami juga. kami tidak memperlakukan seseorang yang punya rasa haus akan kekuasaan mengkebiri dan melemparnya sebagai orang dewasa, dan kami tidak menghormati anak kecil yang tidak tahu bagaimana cara menangani kekuasaan mereka. Kami orang-orang yang tidak berperasaan.

Setelah menaikan cangkir teh di hadapanku dan menempatkannya di bibirku, tehnya telah dingin. Selagi meminum teh dingin, kami berdua bicara satu sama lain dengan suara rendah.

“Bagaimana Yang Mulia akan menangani pemerkosa?”

“Mm. Poin utama dari masalah ini adalah memperoleh ketakutan dari hukum kepada para prajurit. Semakin jelas hukumannya akan membuatnya semakin kuat, dan semakin jelas ketakutan itu akan membuatnya lebih bertenaga. Harus jelas di satu sisi sambil memberikan perasaan tidak pasti di sisi lain. Ini adalah solusi terbaik.”

Lapiz mengangguk.

“Respon yang masuk akal.”

“Jika itu aku, maka aku akan mengkebiri alat kelamin kriminal dan menusukkan sebuah lubang di tempat di mana alat kelamin mereka ada. Setelah itu, aku akan membawa orc atau goblin yang belum di jinakkan dan membuat mereka memperkosa lubang itu. Dengan ini, intinya jelas dimana pemerkosa akan diperkosa sebagai gantinya, dan para prajurit akan merasa takut oleh aspek dari lubang terbuat secara paksa dan lubang tersebut dicabuli. Oleh karena itu, para prajurit akan benar-benar merasa takut dengan hukuman sampai ke tulang mereka.”

Lapis menganggukkan kepalanya sekali lagi.

“Itu luar biasa. Kecuali, itu akan jadi lebih tidak biasa jika kau juga mengiris mata mereka keluar dan memasukan biji kemaluan pada rongga yang kosong itu. Dengan itu, kau bisa memasukan kiasan yang memperingatkan mereka untuk tidak melakukan kejahatan selagi dibutakan oleh nafsu.”

“Ide bagus.”

Kali ini giliranku untuk mengangguk.

“Karena kiasannya menyelimuti ke istimewaan dan ketidakjelasan, hukuman akan semakin nyata. Selanjutnya, kau tidak akan membuang potongan biji kemaluan, dan akan mendaur ulangnya sebagai gantinya, jadi itu membuatnya lebih indah.”

Itu adalah pemahaman diam-diam. Kami berdua tidak memiliki alasan untuk tidak mencintai satu sama lain. Aku mengerti istilah ‘sebuah perkawinan di surga’ tidak berlebihan setelah bertemu Lapis.

“Berapa poin Yang Mulia asumsikan si nona akan menyelesaikan tugas ini?”

“Aku heran. Aku merasa dia akan nyaris mengisi 30 poin.”

“Yang Mulia terlalu lembut. Hamba memprediksi 20 poin. Hamba masih tidak mengerti kenapa Yang Mulia punya pendapat baik seperti itu pada nona. Apakah dia benar-benar punya bakat atau tidak, hamba tidak bisa menilainya begitu.”

“Dia memang memiliki sisi bodoh darinya… …”

Aku tersenyum pahit.

Bagaimanapun, penilaian kami murni terbatas pada ranah politik. Bidang taktik adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Tiap-tiap kemampuan kami dalam seni berperang benar-benar tidak ada atau sedikit luar bisa. Bahkan Lapis seharusnya sedikit sadar sekarang Farnese adalah orang jenius dalam bidang taktik.

“Sebuah monster menakutkan hidup di gunung dan di tanah manusia. Farnese adalah pedang untuk mengalahkan monster tersebut.”

“…. … Puzzle bukan keahlian hamba. Sebuah monster? Memang pria seperti apa jika Yang Mulia menganggapnya sebagai monster?”

“Bukan.”

Aku meneguk sisa dari tehku.

“Itu tidak benar. Dia adalah seorang wanita.”

Pelaku yang memusnahkan Demon Lord dalam 30 tahun.

Di dunia ini ada seorang gadis yang akan mempekerjakan seorang petani dengan pedang sederhana dari sebuah desa tebang tebing, dan kemudian melanjutkan untuk mengirim penduduk desa tersebut sebagai pasukan depan peperangan dengan gelar ‘pahlawan’. Di dunia ini ada seorang gadis yang akan menghancurkan musuh yang kuat, menyapu bersih musuh yang memimpin, dan menarik mundur musuh yang melarikan diri dan menghempaskannya. Jika ada orang kejam yang tidak mengubah sikapnya setelah membunuh bangsawan atau merasakan simpati setelah membantai warga negaranya, maka ada juga seorang kaisar wanita yang akan membinasakan seluruh Demon Lord dan menstabilkan serikat kekaisaran.

Oleh karena itu.

— Tahukah kamu bagaimana dunia ini berakhir?

Sebagai hasil semua Demon Lord menghilang, semua energi magical di dunia akan hilang sekarang dan menyebabkan itu meluap, sampai akhirnya, adalah keruntuhan dari dunia. Perencana untuk menjadi orang pertama yang membuka pintu untuk menyatukan benua juga selagi menjadi orang pertama yang menghancurkan dunia di waktu yang sama, sekarang hidup di dunia ini sebagai putri muda kekaisaran.

Elizabeth.

Elizabeth A. E. Von Habsburg.

Untuk menghadapinya, Farnese sangat diperlukan. Jika putri kekaisaran memperoleh pedang bernama pahlawan, maka aku memperoleh bilah pedang bernama Farnese. Aku secara hati-hati menikmati rasa teh dalam mulutku.

Cepatlah tumbuh, Farnese.

Cepat dan dewasalah, oh Farnese.

Kita hidup agar tidak mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s